Senin, 06 November 2017

Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih, Darul Hadis Malang

Di Kota Bunga, Malang, Jawa Timur, ada seorang auliya’ yang terkenal karena ketinggian ilmunya. Ia juga hafal ribuan hadits bersama dengan sanad-sanadnya.

Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawy dilahirkan di kota Tarim, Hadramaut, pada hari Selasa 15 Safar tahun 1316 H/1896 M. Saat bersamaan menjelang kelahirannya, salah seorang ulama besar, Habib Syaikhan bin Hasyim Assegaf, bermimpi bertemu Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir Jailani. Dalam mimpi itu Syekh Abdul Qadir Jailani menitipkan kitab suci Al-Quranul Karim kepada Habib Syaikhan bin Hasyim Assegaf agar diberikan kepada Habib Ahmad bin Muhammad Bilfagih.

Kamis, 30 Maret 2017

Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani - Makkah

Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki.

Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya, seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad Nur Sayf, Sa’id Yamani, dan lain-lain. Sayyid Muhammad memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami’ al-Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh lima tahun. Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke Afrika Utara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan juga anak benua Indo-Pakistan, dan memperoleh sertifikasi mengajar (ijazah) dan sanad dari Imam Habib Ahmad Mashhur al Haddad, Syaikh Hasanayn Makhluf, Ghumari bersaudara dari Marokko, Syekh Dya’uddin Qadiri di Madinah, Maulana Zakariyya Kandihlawi, dan banyak lainnya. Sayyid Muhammmad merupakan pendidik Ahlus Sunnah wal Jama’ah, seorang ‘alim kontemporer dalam ilmu hadits, ‘alim mufassir (penafsir) Qur’an, Fiqh, doktrin (‘aqidah), tasawwuf, dan biografi Nabawi (sirah).

Sabtu, 18 Maret 2017

Aksara Jawa Dan Serat Wirid

Saya ini orang Jawa yang Hilang Jawane, sudah nggak bisa ngomong jawa, tinggal ngerti artinya saja kalo ada orang ngomong, itupun bahasa hari-hari, klo sudah bahasa Kromo yang biasa di pake di Wayang kulit, ampun dah.. nggak ngerti blass. 


Kebetulan lagi browsing Alangalangkumitir, banyak buku bagus tapi nggak tahu artinya, syukur syukur sebagian sudah di terjemahkan ke bahasa indonesia. salah satunya tulisan di bawah ini : 


Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas, Penyusun Ratib Al-Attas Terkenal


Nama beliau adalah Umar bin Abdurrahman bin Agil bin Salim bin Ubaidullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Syeikh al Ghauts Abdurrahman as-Seggaf bin Muhammad Maulah Dawilah bin Ali bin Alawi al Ghoyur bin Sayyidina al Faqih al Muqaddam Muhammad bin Ali binl Imam Muhammad Shahib Mirbath bin Ali bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidullah bin Imam al Muhajir Ahmad bin Isa bin Muhammad an Naqib binl Imam Ali al Uraidhi bin Jaafar as Shadiq binl Imam Muhammad al Baqir binl Imam Ali Zainal Abidin binl Imam Hussein as Sibith binl Imam Ali bin Abi Thalib dan binl Batul Fatimah az-Zahra binti Rasullullah S.A.W.



Biografi / Manaqib Al-Habib Abdullah Bin Alwi Bin Muhammad Al Haddad

Manaqib al-Imam al-Habib ‘Abdullah bin ‘Alwi bin Muhammad al-Haddad رضي الله عنه


Sempena Majelis Haul al-Imam al-Habib ‘Abdullah al-Haddad tahun 1430H, maka ambo ingin berkongsi sekelumit manaqib beliau رضي الله عنه. Manaqib serba ringkas ini sebenarnya dah pun ambo paparkan diblog al-Fanshuri sewaktu menceritakan pengalaman ziarah ke Hadramaut. Cuma yang ini, ambo tambah mana yang kurang. Untuk lebih mengenali beliau رضي الله عنه, bacalah kitab-kitab karangannya.




Komentar