![]() |
| Link Image |
Ayah Ibn ‘Arabi, ‘Ali, adalah
pegawai Muhammad ibn Sa’id ibn Mardanisy, penguasa Murcia, Spanyol. Ketika Ibn
’Arabi berusia tujuh tahun, Murcia ditaklukkan oleh Dinasti al-Muwahiddun (al-Mohad)
sehingga ’Ali membawa pergi keluarganya ke Sevilla. Di tempat itu, sekali lagi
dirinya menjadi pegawai pemerintahan. Ia memiliki status sosial yang tinggi.
Buktinya, salah satu adik istrinya, Yahya ibn Yughan, menjadi penguasa kota
Tlemcen di Algeria. Fakta yang menarik adalah bahwa di kemudian hari, sang
paman akhirnya menanggalkan segala bentuk kekuasaan dunia pada pertengahan masa
pemerintahannya dan beralih menjadi seorang sufi dan zahid. Ibn ’Arabi pun
menyebutkan dua orang pamannya yang menjadi sufi.




